Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2014

Metode penelitian atau metodologi suatu studi adalah design menyeluruh untuk meyelesaikan masalah penelitian. Di samping metode penelitian ada teknik penelitian, yaitu alat khusus untuk melaksanakan metode, dapat pula diartikan sebagai cara melaksanakan sesuatu secara ilmiah. Pada analisis penginderaan jauh
yang biasa dipakai adalah metode analisis manual dengan teknik analisis fotomorfik.
Metode Penginderaan jauh meliputi 7 tahap, yaitu :

1.      Perumusan masalah dan tujuan
Masalah yang telah dirumuskan dengan jelas merupakan landasan bagi perumusan tujuan yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut terkadang permasalahan yang terjadi dirumuskan sebagai sesuatu yang ingin dicapai dikurangi dengan apa yang telah ada.

2.      Evaluasi kemampuan
Penilaian terhadap kemampuan menyangkut kemampuan pelaksana, tim, alat, dan perlengkapan, dana, waktu. Antara tujuan  dan kemampuan harus sesuai.

3.      Pemilihan prosedur
Pemilihan cara kerja yang baik perlu diketahui tentang permasalahan yang ada serta tujuan dan kemampuan yang tersedia. Untuk itu dapat digunakan teknik penginderaan jauh untuk memeperkecil biaya dan waktu pelaksanaan.

4.      Persiapan
a.       Menyiapkan data acuan
b.      Menyiapkan data penginderaan jauh
c.       Menyiapkan mozaik à serangkaian foto daerah tertentu yang bertampalan disusun menjadi satu lembar foto.
d.      Orientasi medan (bila mungkin).

5.      Interpretasi data (Uji lapangan dan Interpretasi ulang )
a.       Interpretasi Secara Digital ; dasarnya berupa klasifikasi pixel berdasarkan nilai spektralnya
b.      Interpretasi Secara Visual
·         Vink (1965 )
·         Lo (1976)
·         Roscoe (1960)
·         Umali (1983)
·         Estes et al

6.      Penyajian laporan
Penelitian murni à analisisnya pada bidang penginderaan jauh
·           mengkaji korelasi spektral data tunggal (data digital maupun visual) à korelasi sifat spektral tanah dan wujudnya pada citra
·           mengkaji korelasi spektral pada data multispektral (foto multispektral, citra multispektral/ data digital) à penyajian laporan tidak harus berupa peta
Penelitian terapan à penginderaan jauh membantu dalam perolehan data dan analisis spasialnya. Misalnya untuk pertanian, geologi.
·           Haggett(1972) à analisis kovariasi spasial adalah kajian atas dua agihan spasial/ lebih yang berbeda-beda bagi suatu daerah.
·           korelasi antara kualitas lingkungan dan kepadatan penduduk
·           korelasi antara tingkat erosi dan kemiringan lereng

7.      Uji ketelitian
            Uji ketelitian sangan penting untuk dilaksanakan. Ketelitian data hasil interpretasi sangan penting untuk diketahui sebelum dilakukan analisa terhadap data tersebut. Salah satu cara yang digunakan untuk uji ketelitian dalam analisis digital data penginderaan jauh adalah dengan menggunakan komputer, cara lain yang dapat pula digunakan pada analisis manual atau visual data penginderaan jauh yaitu dengan mengubah pixel menjadi grid/ petak-petak bujur sangkar atau menjadi luas bagi masing-masing kelas hasil interpretasi.
Bercinta dengan suami di malam hari memang sudah biasa. Namun bercinta di pagi hari saat bangun pagi ternyata mempunyai banyak kelebihan lho. Bercinta di pagi hari bisa memberikan mood yang bagus bagi diri Anda saat akan menghadapi rutinitas sehari-hari.
Banyak ahli mengatakan bahwa bercinta di pagi hari adalah salah satu hal yang bagus untuk memulai hari ini. Alasannya adalah bercinta bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuh dan memperbaiki emosi Anda.
Saat pagi hari, Anda bisa memberikan semangat yang tinggi ketika Anda bangun pagi dengan cara ini. Kami akan memberikan beberapa alasan mengapa bercinta di pagi hari harus Anda lakukan. Inilah alasan kelebihan bercinta di pagi hari seperti yang dilansir oleh Boldsky.com.
Cara Terbaik Memulai Hari Anda
Bercinta adalah cara terbaik untuk memulai hari Anda. Orgasme bisa memberikan mood yang baik sehingga Anda bisa memulai hari dengan perasaan bahagia. Bercinta bisa membuat hari Anda menjadi menyenangkan.
Anda Tidak Akan Datang Terlambat
Bercinta dengan suami Anda di pagi hari akan membuat Anda datang tepat waktu ke tempat kerja. Anda bisa menghemat waktu mandi Anda dengan mengajak pasangan untuk mandi bersama. Selain menghemat waktu, Anda akan bisa mendapatkan kepuasan yang lebih.
Menjaga Kesehatan
Peneliti menyebutkan bahwa bercinta saat pagi hari mampu meningkatkan sistem imun Anda. Sistem imun ini yang bisa melindungi Anda dari penyakit. Jadi dengan bercinta di pagi hari, kesehatan Anda bisa terjaga.
Dia 'Lebih Tahan Lama'
Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk bercinta karena suami Anda pasti dalam keadaan yang fit setelah tidur. Karena itu, dia bisa lebih tahan lama saat bercinta di pagi hari.
Inilah beberapa kelebihan yang bisa didapatkan saat Anda bercinta di pagi hari dengan pasangan. Selamat mencoba ladies.

Kamis, 22 Desember 2011

REKLAMASI PANTAI MARINA SEMARANG DAN DAMPAKNYA TERHADAP INUNDASI SERTA ABRASI DI KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN DEMAK

Presented by:
Dr. Moh Gamal Rindarjono, M.Si
Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan PIPS, FKIP-UNS
Jl. Ir. Sutami 36 A – Surakarta, Indonesia Telp/Fax: (062271) 648939;
E-mail: mas6amal@yahoo.com


ABSTRACT
Di dalam Indonesia Second National Communication Under the United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) 2010, Indonesia memasukkan fenomena rob/inundasi di daerah Semarang dan sekitarnya termasuk Kabupaten Demak dalam figure 4.31 sampai 4.34 (Flood area and flood depth due to sea level rise and high tide in Semarang and Surrounding; Flood area and flood depth due to sea level rise and land subsidence in Surrounding of Semarang area; The number of residents affected by flooding due to sea level rise and high tide in Surrounding of Semarang). Reklamasi pantai Marina Semarang menimbulkan berbagai dampak ikutan yakni secara mikro mengakibatkan tenggelamnya berbagai sarana dan prasarana kota termasuk permukiman. Dalam skala meso adalah mengakibatkan tenggelamnya sebagian wilayah di Kecamatan Sayung. Melihat pentingnya fenomena serta masalah yang ditimbulkannya maka Pemerintah Indonesai merasa perlu untuk mengangkat permasalahan tersebut di tingkat international guna mendapatkan perhatian dari dunia international, oleh karena itu sejalan dengang dokumen yang dibuat oleh Kementerian Lingkungan Hidup maka perlu pemberian informasi akademik yang lebih detail mengenai permasalah tersebut di atas, oleh karena itu penelitian ini betujuan untuk: (1) Mengkaji dampak reklamasi terhadap inundasi di Kota Semarang, (2)Mengkaji  proses terjadinya abrasi dari tahun 2000 – 2011di  wilayah Kec. Sayung, Kab. Demak; (3) membuat model keruangan (spatial modelling) tenggelamnya sebagian wilayah Kec. Sayung, Kab. Demak.
            Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode survey, untuk menuju tujuan penlitian yang pertama akan dilakukan analisis menggunakan citra termal, citra termal ini dapat melihat dan mendeteksi arah arus serta kenaikan tinggi permukaan air laut selama kurun waktu 10 tahun, untuk mengkaji proses tenggelamnya sebagian wilayah kecamatan Sayung akan digunakan citra satelit multi temporal dari Citra Ikonos tahun 2010 – 2011, spatial modeling menggunakan teknologi Geographyc Information System (GIS) sedangkan untuk mengkaji adaptasi masyarakat terhadap perubahan tempat tinggalnya akan dilakukan dengan teknik wawancara langsung di masyarakat di Kecamatan Sayung.


Untuk mendapatkan file aslinya silahkan klik link dibawah ini.

Jumat, 29 April 2011

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah mengubah segala bidang kehidupan. Kalimat itulah yang sering kita temui dalam media cetak. Hal itu memang benar, tak dapat dipungkiri lagi bahwa dampak kemajuan IPTEK memang berpengaruh besar bagi kelangsungan hidup manusia secara global. Sikap, perilaku, bahkan pola pikir manusia pun mampu dirubahnya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah mengubah segala bidang kehidupan. Kalimat itulah yang sering kita temui dalam media cetak. Hal itu memang benar, tak dapat dipungkiri lagi bahwa dampak kemajuan IPTEK memang berpengaruh besar bagi kelangsungan hidup manusia secara global. Sikap, perilaku, bahkan pola pikir manusia pun mampu dirubahnya.
Kecanggihan berbagai teknologi yang berkembang telah menggeser posisi budaya yang telah kita miliki. Seakan budaya daerah setempat tidak memiliki daya tarik lagi, dan semua perhatian tertuju pada teknologi canggih. Tak ada lagi tempat dan waktu untuk membahas tentang budaya bangsa yang adi luhur.
Apakah dengan telah tersedianya teknologi canggih kita dapat melupakan budaya luhur bangsa kita begitu saja? Tentu saja tidak. Justru di tengah keberadaan teknologi yang beragam canggihnya, kekayaan yang satu inilah keberadaannya sangat diperlukan sebagai penetralisir dampak negatif yang ditimbulkan. Segala sesuatu yang berlebihan memerlukan penetral agar terbentuk keseimbangan.
Salah satu diantara bermacam dampak negatif yang dapat ditimbulkan karena tidak dinetralisasikannya moral dengan pendidikan kesusilaan yaitu tindak kekerasan dan keanarkisan di masyarakat. Terutama di kalangan pemuda yang kondisi jiwanya sedang labil sehingga dengan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menjadi budaya baru di zaman sekarang. Tanpa perlu menganalisa dan membijaksanainya terlebih dahulu apakah budaya tersebut bernilai positif atau negatif.
Tidak diimbanginya dampak kemajuan teknologi tersebut dengan pendidikan kesusilaan mengakibatkan dampak negatif itu semakin mudah membudaya dalam kehidupan masyarakat, karena kurangnya kekuatan moral untuk mengangkal masuknya pengaruh negatif dalam diri setiap orang. Tindak kekerasan dan anarkisme pun juga saat ini telah membudaya di Indonesia.
Tidak hanya dalam kehidupan pergaulan, keterlibatan sikap dan tindak anarkis juga mewarnai aksi para pemuda dalam menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. Tak cukup dengan berteriak-teriak mengoceh dan mengkritik pemerintah, namun sikap brutal dan arogan pun turut menyertai aksi mereka. Hal ini tentu sangat memprihatinkan.
Bahkan yang lebih mengherankan lagi sebagian besar aksi demo disertai tindak anarkis diprovokasi oleh generasi muda intelektual yakni para mahasiswa. Tanda tanya besar bagi orang-orang, mengapa hal itu justru terjadi di kalangan orang berpendidikan tinggi. Padahal mereka adalah orang-orang terdidik, berwawasan luas dan juga mengetahui lebih banyak bagaimana cara berunjuk rasa yang taat aturan . Seharusnya mereka menjadi tauladan di masyarakat, khususnya bagi generasi remaja yang lebih muda dari mereka.
Terkadang, aksi demo seperti itu juga melibatkan anak-anak di bawah umur.
Sedemikian besarnya masalah yang timbul akibat kemerosotan moral dan etika bangsa. Dengan timbulnya masalah seperti itu, yang menjadi persoalan penting disini ialah bagaimana caranya memulihkan kembali keluhuran kultur bangsa kita sehingga dapat mewujudkan kehidupan demokrasi Pancasila yang sesungguhnya serta dapat mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

Mengapa Harus Anarkis?
Tindakan kekerasan dan anarkisme yang mewarnai aksi demo di kalangan generasi muda semakin hangat menjadi topik perbincangan baik di kalangan masyarakat maupun di kalangan pejabat. Berbagai anggapan pun diluncurkan dalam forum-forum diskusi yang ditayangkan melalui media-media tertentu.
Sebagian besar orang berpendapat bahwa tergesernya moralitas dan etika disebabkan para pemuda telah tergerus arus westernisasi. Tentu saja dengan moral yang rendah akan lebih mudah terpengaruh oleh dampak negatif dari kemajuan IPTEK. Selain itu juga kondisi jiwa akan mudah terbudak oleh kecanggihan teknologi saat ini. Semakin tergoncangnya jiwa para pemuda karena memudarnya etika dan moral mereka menyebabkan kecenderungan mengikutsertakan emosi yang memuncak dengan sikap anarkis dalam menyampaikan aspirasinya.
Ironisnya lagi yang paling dominan melakukan aksi anarkis adalah para pemuda intelektual atau kalangan terpelajar yang tiada lain adalah para mahasiswa perguruan tinggi. Tentu hal ini membuat para pemimpin generasi tua menjadi kecewa dan miris hatinya membayangkan bagaimana dan akan dibawa kemana bangsa Indonesia nantinya. Kalau keadaan kalangan terpelajar saja seperti itu, bagaimana dengan yang tidak terdidik. Siapa lagi yang akan menentukan arah kehidupan bangsa, kalau bukan para generasi muda terpelajar.
Tidak cukup terjadi di satu daerah saja, aksi demo yang anarkis ini sudah berulang kali terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Aksi-aksi tersebut menimbulkan banyak korban, mengakibatkan kerusakan-kerusakan tempat umum yang menimbulkan kerugian besar, dan juga mengganggu jalannya lalu lintas. Adanya aksi serupa di satu daerah bukannya menjadikan pengalaman orang lain sebagai pelajaran oleh para pemuda. Sekelompok pemuda lainnya malah mengulangi dan meniru aksi arogan tersebut.
Dengan demikian bukanlah rasa bangga ataupun rasa simpati yang timbul di hati masyarakat karena keberanian mereka menyampaikan aspirasinya. Melainkan rasa antipati yang timbul terhadap mereka, karena telah mengganggu keamanan dan kenyamanan bahkan keselamatan masyarakat.
Sikap anarkis bukanlah solusi dalam menyelesaikan permasalahan. Yang ada hanya akan menimbulkan masalah baru yang berkepanjangan. Masalah-masalah baru yang timbul akan lebih memperumit pemerintah. Selanjutnya tentu akan mengganggu tugas pemerintah dalam menyelesaikan urusan kenegaraan yang lebih penting. Sehingga pemerintah tidak dapat mengatasi urusan tersebut dengan baik. Oleh karena itu disertakannya tindak anarkis dalam penyampaian aspirasi hanya menimbulkan kerugian bagi negara kita.
Terjerumusnya kalangan terpelajar dalam aksi demo anarkis ini sepertinya juga dipicu oleh kurang terarahnya kreativitas-kreativitas para pemuda yang ingin turut berpartisipasi terhadap pembangunan negara Indonesia. Generasi muda juga perlu dituntun dan dibimbing dalam mewadahi kreatifitasnya agar dapat terwadahi dengan baik serta dapat memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara. Dengan dibentuknya organisasi-organisasi yang mengandung nilai positif dapat dijadikan wadah menuangkan kreatifitas dan inisiatif mereka.
Fenomena merambahnya budaya anarkis dirasa sangat mengkhawatirkan. Padahal peran pemuda sebagai generasi penerus adalah sebagai agen perubahan dan juga calon pemimpin di masa depan. Akibat seringnya terjadi aksi-aksi yang serupa, Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan himbauannya bahwa pemuda harus dijauhkan dari kekerasan, dan perlunya mensosialisasikan budaya saling menghormati, toleran, dan mengembangkan budaya perdamaian.
Mengingat dampak dari aksi anarkis yang sangat merugikan, maka hendaknya budaya negatif tersebut segera diminimalisasikan dan menggantikannya dengan cara-cara yang lebih positif. Misalnya menyampaikan aspirasi dan kririkan kepada pemerintah melalui tulisan-tulisan yang sopan atau dengan mengadakan acara-acara diskusi sebagai media penyampaian aspirasi yang tidak akan berakibat negatif. Cara-cara tersebut jauh lebih bermanfaat karena dapat menggali kreatifitas-kreatifitas yang dimiliki setiap generasi muda.

”Catur Guru Bhakti” Sebagai Salah Satu Kearifan Lokal
Memperbaiki kembali etika dan moral generasi muda tentu sangat sulit dan memerlukan proses yang cukup panjang. Hal ini diibaratkan seperti membersihkan udara yang telah tercemar oleh polusi-polusi, tentu akan sulit melakukannya. Meski demikian kesulitan tidak semestinya dijadikan sebagai alasan dan hambatan untuk melangkah menjadi yang lebih baik, karena masalah ini menyangkut kelangsungan hidup bangsa Indonesia di masa mendatang.
Kearifan lokal yang ada di berbagai daerah pada umumnya dijadikan media pembelajaran kesusilaan dalam kehidupan bermasyarakat, namun tidak di zaman sekarang ini. Padahal kearifan lokal kini sangat kita perlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena sistem demokrasi di Indonesia tampaknya mulai tidak teratur akibat kemerosotan moral dan etika bangsa. Budaya anarkis dalam menyampaikan aspirasi itulah sebagai bukti ketidak teraturan kehidupan demokrasi bangsa kita. Pengangkatan kembali ajaran-ajaran agama dan budaya daerah setempat sebagai kearifan lokal dapat dijadikan solusi dalam hal ini.
Salah satu ajaran agama yang dapat dijadikan sebagai kearifan lokal dalam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara yang demokrasi adalah ajaran Catur Guru Bhakti, yang mengandung arti empat guru yang patut dihormati. Catur Guru Bhakti merupakan ajaran disiplin moral dalam ajaran Agama Hindu. Adapun bagian-bagian dari Catur Guru Bhakti ialah (1) Guru Swadhyaya, (2) Guru Rupaka, (3) Guru Pengajian, dan (4) Guru Wisesa.
Yang dimaksud sebagai Guru Swadhyaya ini adalah Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan sudah sepantasnya kita berbhakti kepadaNya. Beliaulah pencipta dan penguasa alam semesta beserta seluruh isinya, beliau merupakan Maha Raja Diraja. Sebagai wujud hormat kepada Tuhan kita dapat melakukannya dengan takwa kepada Beliau, menuruti perintah, serta menjauhi laranganNya.
Guru Rupaka merupakan orang tua kandung kita dirumah. Orang tua sangat berjasa bagi kita, karena orang tua yang melahirkan, memelihara, serta mendidik dan menunjukkan arah hidup kita. Sejak dilahirkan ke dunia kita telah berhutang kepada orang tua. Tanpa peran orang tua kita tidak akan mampu menjadi orang yang sukses. Oleh sebab itu kita patut hormat dan berbhakti kepada orang tua untuk membalas jasa-jasa mereka.
Setelah memasuki usia bersekolah kita mulai mengenal guru yang mengajar di sekolah. Guru di sekolah inilah yang disebut sebagai Guru Pengajian. Guru pengajar membantu kita lebih banyak mengenal ilmu pengetahuan, dan berperan dalam mewujudkan salah satu tujuan nasional Bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Membentuk manusia yang cerdas dan intelek, serta terampil merupakan tanda jasanya, sehingga disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Guru Wisesa dalam bahasa Sansekerta berarti purusa/ Sangkapurusan yaitu pihak yang berkuasa yang disebut pemimpin atau disebut juga pemerintah. Pemerintah juga memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup ini, karena pemerintah yang bertanggungjawab atas kesejahteraan rakyat, memberikan perlindungan hukum, dan menjaga keamanan rakyat.
Dengan tertanamnya konsep bagian-bagian dari ajaran Catur Guru Bhakti dapat membentuk karakter setiap orang menjadi individu yang sopan-santun dan beretika. Dimulai dari konsep yang mengajarkan untuk berbhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, berarti menuntun kita untuk menjadi manusia yang memiliki kepercayaan dengan memeluk agama masing-masing. Hal itu berkaitan dengan pengamalan dari Pancasila sebagai dasar negara.
Kebiasaan di lingkungan keluarga sekecil-kecil apapun akan menjadi kebiasaan pula di masyarakat. Oleh karenanya apabila seseorang telah terbiasa menghormati orang tuanya ataupun anggota keluarganya di rumah, maka ia juga akan biasa menghormati orang-orang di lingkungan masyarakat. Termasuk untuk menghormati guru di sekolah maupun pemerintah.
Selain itu Catur Guru Bhakti juga akan mampu membentuk kepribadian pemimpin yang demokratis, dan berprinsip kuat pada setiap diri generasi muda. Karena selain membimbing dan menuntun sikap untuk menghormati orang-orang yang berperan dalam kelangsungan hidupnya, generasi yang telah memegang konsep Catur Guru Bhakti juga akan mampu menghormati pendapat-pandapat dalam kepemimpinan. Dan juga akan terhindar dari tindakan-tindakan asusila dalam menduduki jabatannya sebagai pemimpin.
Untuk itu adanya ajaran Catur Guru Bhakti sebagai kearifan lokal dapat membantu menertibkan kehidupan demokrasi di Indonesia. Karena berperan menuntun sikap-sikap dan etika masyarakat, dapat memperbaiki moral dan etika anak-anak bangsa, dan untuk selanjutnya agar dapat menumbuh kembangkan generasi yang arif dan bijaksana, berbudipekerti yang luhur, berjiwa patriotis dan nasionalisme, serta dapat menjadi pemimpin yang demokratis, tangguh dan layak bagi negara Indonesia untuk kedepannya yang akan memajukan kehidupan bangsa.
Jadi, seiring dengan kemajuan teknologi hendaknya kehidupan ini perlu dituntun dengan pendidikan kesusilaan. Dan kearifan lokal itu sangat penting peranannya dalam menetralisir segala dampak negatif globalisasi termasuk dampak negatif kemajuan IPTEK. Kearifan lokal yang memiliki nilai moral yang tinggi dapat diangkat sebagai aset budaya dalam menjalani kehidupan negara demokrasi.
Oleh sebab itu para orang tua diharapkan lebih memperhatikan cara mendidik putra-putri bangsa. Pembentukan karakter pertama di rumah akan menentukan perkembangan moral seseorang. Memberikan wejangan kepada anak hendaknya lebih sering disampaikan dengan menjelaskan pemahaman ajaran agama baik itu ajaran agama yang diyakini ataupun yang berupa kearifan lokal daerah setempat. Dengan media seperti itu pesan-pesan yang disampaikan akan lebih mudah diingat.
Bagi generasi intelektual supaya lebih banyak mengintrospeksi diri bahwa tindak anarkisme itu tidaklah penting dilakukan. Mengisi kemerdekaan lebih baik dilakukan dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Memenuhi kebutuhan rohaniah juga sangat penting dilakukan, dengan banyak membaca mengenai pendidikan rohani untuk menyeimbangkan antara kepandaian dengan moralnya. Sehingga kepandaian itu dapat berguna bagi nusa dan bangsa dalam memajukan kehidupan negara di masa depan.
Kepada pemerintah sebaiknya juga memperhatikan kearifan lokal daerah setempat agar lebih dijadikan pedoman dalam bertingkah laku. Serta dapat mengangkat ajaran-ajaran agama yang mengandung nilai kesusilaan sebagai kearifan lokal, untuk dapat dijadikan media pembentukan kepribadian bangsa yang luhur. Kemudian ditindaklanjuti dengan mensosialisasikannya kepada masyarakat secara umum. Untuk dapat mewujudkan kehidupan negara demokrasi yang harmonis, dan senantiasa dapat mewujudkan tujuan-tujuan nasional bangsa Indonesia yang belum sempat terlaksana.
Beberapa waktu lalu perhatian kita tertuju kepada haru biru Internet di Indonesia. Belum selesai pihak Kepolisian Republik Indonesia menangani kasus prostitusi dan perjudian via Internet, masyarakat dikejutkan dengan terbitnya sebuah komik elektronik berbahasa Indonesia yang menistakan Nabi Muhammad Saw dan menyakitkan hati umat Islam di negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia ini. Beberapa waktu lalu perhatian kita tertuju kepada haru biru Internet di Indonesia. Belum selesai pihak Kepolisian Republik Indonesia menangani kasus prostitusi dan perjudian via Internet, masyarakat dikejutkan dengan terbitnya sebuah komik elektronik berbahasa Indonesia yang menistakan Nabi Muhammad Saw dan menyakitkan hati umat Islam di negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia ini.
Figur suci yang menjadi panutan ummat sedunia digambarkan begitu rendah, amoral, angkuh dan sembrono. Tentu saja ini merupakan tindakan provokatif dan sudah tidak dapat disembunyikan lagi di balik kedok kebebasan bersuara.
Yang menjadi perhatian kita adalah bahwa kasus ini terjadi di Internet, yaitu media lintas teritorial dengan ekologi tersendiri. Tidak seperti media-media massa konvensional seperti media penyiaran (TV, Radio) atau pers cetak, pemuatan informasi di Internet dapat dilakukan oleh siapa saja yang tersambung ke jaringan Internet, bahkan tanpa harus memiliki perangkat komputer sendiri atau berlangganan koneksi secara langsung.
Konsekuensinya, informasi yang dimuat di Internet biasanya tanpa melalui proses editorial sehingga tidak terkontrol dari segi kualitas, format, substansi, sensitivitas informasi ataupun dari segi keabsahan sumber informasi tersebut.
Fenomena pemuatan komik penghinaan di blog ini bukan yang pertama kali terjadi, dan hampir pasti bukan yang terakhir. Jika kita telusuri, masih banyak situs di Internet yang mengandung pencelaan terhadap Islam, baik yang berupa gambar, animasi, teks, audio maupun video. Sebagiannya menyajikan diskusi dan bantahan dari umat Islam sendiri yang merespon secara langsung.
Terlepas dari perbedaan motif yang melatarbelakanginya, pemuatan informasi yang bersifat non-etis, asusila dan anti sosial ini juga bukan fenomena Indonesia saja. Hampir setiap negara yang memilih untuk membuka masyarakatnya ke era informasi terpaksa berhadapan dengan tantangan seperti ini. Bedanya adalah, nilai sosial yang tidak sama membedakan materi apa yang dianggap tidak sesuai atau perlu dibatasi.
Di Amerika Serikat, misalnya, pembatasan muatan informasi Internet diarahkan terhadap muatan yang bersifat eksploitasi seksual terhadap anak. Di Australia dan Singapura pembatasan mencakup muatan kekerasan. Ketika Cina membatasi muatan pornografis dan anti-komunisme, Thailand lebih bermasalah dengan muatan yang mencela raja mereka.
Di banyak negara Eropa daratan seperti Jerman dan Perancis, muatan yang bersifat anti-semitisme dan pemujaan nazisme merupakan hal yang tabu bahkan dilarang. Sampai-sampai dua perusahaan mesin pencarian raksasa Google dan Yahoo! pernah dipermasalahkan karena menyajikan entry berbau nazisme dan anti-semitis bagi komunitas Internet disana. Di negara-negara Muslim, logis saja, muatan yang menistakan ajaran Islam –seperti pelecehan terhadap Nabi Muhammad dan Al-Qur’an– tidak akan bisa ditolerir.
Benang merah yang bisa ditarik disini, di kehidupan masayarakat manapun di dunia ini, nilai etika (dan hukum) yang dianut tidak akan hilang begitu saja hanya karena mereka sudah mengadopsi Internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.

Pada bagian lain kita singgung tentang munculnya persinggungan antara masyarakat informasi dan etika yang hidup dalam masyarakat itu sendiri (lihat posting ‘Masyarakat Internet dan Etika Sosial’). Pada kenyataannya, masih sering terjadi dimana-mana gejolak dan perselisihan yang melibatkan pemuatan konten yang dianggap melecehkan, baik itu dilihat dari aspek sosial, agama, budaya, politik, dan lain-lain. Isu-isu seperti ini datang silih berganti. Apakah gejolak ini merupakan kutukan bagi masyarakat informasi?
Tentu bukan, tapi lebih tepatnya, inilah tantangan masyarakat informasi dimana hak berpendapat dan memperoleh informasi menjadi elemen inti. Meminjam istilah Guru Besar Cyberlaw dari Universiti Malaya,Profesor Abu Bakar Munir dalam karya terbarunya State, Internet and Information, informasi adalah ‘oksigen’ bagi kehidupan demokrasi di dunia teknologi sekarang ini.
Di Indonesia hal ini sudah direfleksikan dalam UU No. 14/2008 tentangKeterbukaan Informasi Publik. Namun, kebebasan ini tentunya diletakkan di dalam koridor kepentingan umum. Hal ini jelas dinyatakan dalam ketentuan perundangan mengenai hak asasi manusia (HAM) di Indonesia seperti UUD 1945 dan UU No. 39/1999 tentang HAM, maupun di dalam traktat internasional seperti Deklarasi HAM PBB dan Konvensi Eropa tentang HAM.
Di semua dokumen itu tersurat dan tersirat bahwa hak berpendapat dan memperoleh informasi dibatasi oleh eksistensi hak orang lain dan kepentingan publik seperti pemeliharaan ketertiban masyarakat, kesusilaan dan kepentingan bangsa.
Pemuatan informasi yang dianggap anti-sosial akan terus tumbuh di Internet. Bagaimana kita menyikapinya? Untuk insiden yang telah terjadi, kita berharap aparat berwenang meneruskan usaha penyidikan dan penyelidikan sepatutnya sekaligus membuktikan efektivitas UU cyberlaw kita.
Namun perlu dipahami bahwa tantangan yang bersifat kontinyu perlu ditangani dengan solusi yang berkesinambungan pula. Perangkat hukum memang penting, namun bukan satu-satunya jalan untuk memecahkan permasalahan. Perangkat hukum yang tidak dibarengi dengan perangkat teknologi dan solusi sosial hanya akan berfungsi seperti ‘pain killer’ atau obat penahan sakit. Sesudah pengaruh obatnya habis, maka permasalahan yang ada akan kembali lagi.
Selain perangkat hukum ada perangkat lain yaitu perangkat teknologi dan rekayasa sosial. Perangkat hukum dan perundangan berfungsi memberikan kepastian hukum dengan menjelaskan hak dan kewajiban tiap orang yang terlibat. Perangkat teknologi berfungsi mengembalikan Internet ke khittahnya, yaitu teknologi yang membantu kehidupan manusia untuk penyebaran informasi, media komunikasi dan kesejahteraan ekonomi manusia.
Perangkat sosial juga tidak kalah penting. Faktor-faktor seperti kesadaran masyarakat, pengamanan sosial (kontrol keluarga, sekolah, lingkungan kerja, komunitas), kerjasama pemangku kepentingan (pemerintah, industri dan pasar), dan pemberdayaan pengguna untuk pemanfaatan teknologi, semuanya merupakan mata rantai penting dalam proses penataan bersama muatan di Internet.
Dalam trend dan norma kerangka pengaturan, metode penataan bersama ini dikenal sebagai mekanisme pengaturan bersama (co-regulatory mechanism). Dalam sebuah konferensi tentang konten Internet di Oxford, Peter Coroneos, ketua Asosiasi Industri Internet Australia, mengaku bahwa metode ‘co-regulatory’ ini merupakan pilihan yang paling strategis dan produktif dalam mengatur muatan Internet.

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!